VIRAL DUGAAN PEREDARAN SABU DI KAMPUNG KELENG AKPER WISADA, WARGA TUNGGU BUKTI KETEGASAN APARAT

Cyberfakta.my.id Tebing Tinggi Viral di berbagai grup media sosial, sebuah video yang diduga terkait aktivitas peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Kampung Keleng Akper Wisada, Kelurahan Tanjung Marulak, Kota Tebing Tinggi, memicu perhatian dan keresahan masyarakat.

Dalam informasi yang beredar, sejumlah pihak menyebut adanya dugaan keterlibatan beberapa oknum yang disebut-sebut berinisial A dan S. Namun hingga saat ini, informasi tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat penegak hukum.

Menanggapi informasi yang viral tersebut, Kasat Reserse Narkoba Polres Tebing Tinggi memberikan jawaban singkat, "Kami tindak lanjuti informasi tersebut."

Pernyataan tersebut menjadi harapan sekaligus ujian bagi aparat penegak hukum. Masyarakat menilai bahwa tindak lanjut tidak cukup hanya sebatas pernyataan, melainkan harus diwujudkan dalam langkah nyata, transparan, dan terukur.

Jika memang informasi yang beredar benar, maka aparat harus bertindak tegas tanpa pandang bulu. Jangan sampai masyarakat menilai hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya

Peredaran narkoba selama ini menjadi musuh bersama yang merusak generasi muda dan mengancam keamanan lingkungan. Karena itu, masyarakat berharap Polres Tebing Tinggi mampu mengungkap fakta di balik video yang viral tersebut, sekaligus menindak siapa pun yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Publik kini menunggu hasil kerja aparat. Sebab di tengah maraknya pemberantasan narkoba yang terus digaungkan, masyarakat membutuhkan bukti nyata bahwa setiap laporan dan informasi yang berkembang tidak berhenti di meja klarifikasi, melainkan berujung pada penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan.

"Jangan biarkan isu ini menguap tanpa kejelasan. Jika ada pelaku, tangkap. Jika tidak terbukti, sampaikan kepada publik secara terbuka. Transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum."

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman atas informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan klarifikasi sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang.

( Bl )