Rintihan Derita Tangis Bocah Pejuang Tanah Padang Halaban
Padang Halaban, Cyberfakta.my.id – 1 Juli 2026 – Tangis haru terdengar dari sudut tenda sederhana yang beratapkan terpal dan beralaskan seng. Di tempat itulah seorang bocah yang seharusnya menghabiskan masa kecilnya untuk belajar dan bermain bersama teman-teman seusianya, kini harus menjalani hari-hari penuh penderitaan bersama orang tua dan warga yang mengaku menjadi korban penggusuran.
Menurut keterangan warga, mereka kini tinggal di tenda-tenda darurat setelah lahan yang mereka tempati diklaim sebagai milik PT SMART. Warga menyebut kawasan tersebut sebelumnya merupakan permukiman yang dihuni masyarakat sebelum dilakukan penggusuran dan eksekusi.
Saat dikonfirmasi awak media, salah seorang warga menyampaikan bahwa dalam rapat yang digelar di Kantor Gubernur pada bulan lalu, yang dihadiri perwakilan perusahaan serta unsur pemerintah terkait, disebutkan telah ada penyampaian bahwa lahan tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat.
Namun, menurut pengakuan warga, setelah pertemuan tersebut pihak perusahaan dinilai belum melepaskan lahan yang disengketakan. Warga juga mengklaim bahwa tenda dapur yang mereka bangun di lokasi tersebut telah dirobohkan oleh pihak perusahaan.
"Setelah ada kesepakatan itu, pihak perusahaan tetap tidak melepaskan lahan, bahkan tenda dapur masyarakat yang dibangun di lokasi ikut dirobohkan," ujar salah seorang warga.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat luas dan sejumlah awak media. Kondisi para warga, terutama anak-anak yang harus tinggal di tenda pengungsian, memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak.
Sejumlah warga juga berharap Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dapat memberikan perhatian dan mengambil langkah penyelesaian atas persoalan yang sedang berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT SMART maupun pemerintah daerah terkait tudingan dan pernyataan warga tersebut.
(Red)



Social Plugin