Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MOBIL SIAGA DESA BERPLAT MERAH DISOROT! Rujukan Pasien ke RS Swasta Picu Dugaan Penyalahgunaan


BATU BARA Cyberfakta.my.id- Penggunaan sejumlah mobil Siaga Desa berpelat merah di Kabupaten Batu Bara menjadi sorotan. Kendaraan yang diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat tersebut disebut terpantau berulang kali mengantar pasien ke RS Bidadari, Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih.

Temuan itu disampaikan DPC PJI-Demokrasi Kabupaten Batu Bara berdasarkan pemantauan lapangan. Mereka meminta pemerintah daerah memeriksa apakah penggunaan kendaraan tersebut telah sesuai peruntukan, prosedur pelayanan, serta ketentuan pengelolaan aset desa.

Sorotan semakin menguat karena kendaraan Siaga Desa menggunakan fasilitas yang dibiayai dari anggaran publik, termasuk BBM dan biaya operasional. Karena itu, penggunaan kendaraan untuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan swasta dinilai perlu dijelaskan secara terbuka.

Yang menjadi perhatian bukan semata-mata tujuan rujukan pasien, melainkan dasar medis, mekanisme rujukan, status kendaraan, serta pertanggungjawaban penggunaan kendaraan.

DPC PJI-Demokrasi juga menyebut adanya informasi mengenai dugaan pemberian imbalan dalam proses rujukan dengan nilai sekitar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per pasien. Namun, informasi tersebut belum terverifikasi dan masih memerlukan pembuktian.

Karena itu, mereka meminta Inspektorat memeriksa logbook kendaraan, penggunaan BBM, biaya operasional, dokumen rujukan, serta pertanggungjawaban masing-masing kendaraan.

Pemerintah Kabupaten Batu Bara juga diminta meminta klarifikasi dari kepala desa, pengelola mobil Siaga Desa dan pihak RS Bidadari terkait mekanisme rujukan pasien.

Jika nantinya ditemukan bukti adanya pemberian imbalan atau keuntungan pribadi dalam proses rujukan, DPC PJI-Demokrasi meminta aparat penegak hukum melakukan pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku.

Mereka juga menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke Ombudsman RI dan KPK apabila tidak ada tindak lanjut dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, Cyberfakta.my.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Kabupaten Batu Bara, para kepala desa, pengelola mobil Siaga Desa maupun manajemen RS Bidadari.

Publik kini menunggu kejelasan: apakah mobil Siaga Desa benar-benar digunakan sesuai tujuan pelayanan masyarakat, atau terdapat penggunaan yang perlu dipertanggungjawabkan?( Bl)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • MOBIL SIAGA DESA BERPLAT MERAH DISOROT! Rujukan Pasien ke RS Swasta Picu Dugaan Penyalahgunaan
  • MOBIL SIAGA DESA BERPLAT MERAH DISOROT! Rujukan Pasien ke RS Swasta Picu Dugaan Penyalahgunaan
  • MOBIL SIAGA DESA BERPLAT MERAH DISOROT! Rujukan Pasien ke RS Swasta Picu Dugaan Penyalahgunaan
  • MOBIL SIAGA DESA BERPLAT MERAH DISOROT! Rujukan Pasien ke RS Swasta Picu Dugaan Penyalahgunaan
  • MOBIL SIAGA DESA BERPLAT MERAH DISOROT! Rujukan Pasien ke RS Swasta Picu Dugaan Penyalahgunaan
  • MOBIL SIAGA DESA BERPLAT MERAH DISOROT! Rujukan Pasien ke RS Swasta Picu Dugaan Penyalahgunaan